Pengarungan Sungai Pekalen

Pagi hari yang cerah tepatnya pada hari Jumat tanggal 21 November 2014 merupakan awal langkah kami untuk memulai perjalanan ini. Yaitu sebuah ekspedisi penjelajahan sungai dalam divisi arung jeram. Perjalanan yang akan kami lalui sangat jauh yaitu dari pusat kota Jakarta menuju ke ujung pulau jawa paling timur tepatnya di kota Probolinggo.

Hari belum beranjak siang kami melakukan pergeseran dari sekretariat KMPA Eka Citra di gedung G Lantai 2 nomor 203 dengan personil inti kami sebanyak delapan orang yaitu Slamet, Fadli, Feri, Fadli, Riko, Putro, Satrio, Wahyu dan Andra. kami diantar oleh rekan kami yang lain menuju stasiun pasar senen dengan menggunkan mobil pribadi milik salah satu senior kami dan satu unit taksi.

Menjelang siang kami memulai perjalanan dengan menggunakan kereta apai gaya baru malam, suasana kereta api pada hari itu sangatlah panas dikarenakan kondisi pendingin udara yang bermasalah. Mungkin itu salah satu kendala kereta ekonomi dengan harga murah. Kurang lebih lima belas jam kami berada didalam kereta dan hampir memakan waktu satu hari lebih kamipun sampai di stasiun Surabaya Gubeng dikota Surabaya sekitar pukul 02.00 WIB. Kedatangan kami langsung disambut oleh teman-teman kami dari Himapala Unesa memang sebelumnya kami melakukan kordinasi dengan mereka bahwa kami akan singgah ke sekretariat mereka. Dari stasiun kami berpindah menuju sekretariat Himapala Unesa yang berada di kawasan Lidah, kota Surabaya.

Pagi hari yang cerah ditambah suasana panasnya kota Surabaya menyambut pagi kami, setelah melakukan aktifitas personal kami melakukan briefing kecil di halaman depan sekretariat mereka. Kami membagi tim menjadi beberapa tim untuk tugas masing-masing. Tim penjemput perahu Andra, Riko dan Feri mereka mengambil perahu karet yang memang kami paketkan melalui jasa ekspedisi bersamaan keberangkatan kami dari Jakarta. Sisanya yang berada disekretariat mencoba berkordinasi terkait kami berencana memohon bantuan SDM untuk kegiatan kami di Probolinggo. Setelah semua tim kembali berkumpul kamipun bersiap melakukan pergeseran dari Surabaya menuju tempat tujuan kami yaitu desa Ranugedang kecamatan Tiris kabupaten Probolinggo yaitu tempat kami akan melakukan pengarungan sungai Pekalen. Kota probolinggo terletak disebelah tenggara kota Surabaya dengan menempuh perjalanan kurang lebihnya lima jam dengan formasi perjalanan kami yaitu tujuh orang naik mobil carteran dan dua orang yaitu Putrio dan Al (Himapala) menggunakan sepeda motor. Kamipun sampai ditujuan saat senja hari dan tempat yang kami tuju adalah base camp Noars Rafting yang merupakan salah satu operator sungao di pekalen. Sebelumnya kami memang sudah berkordinasi dengan operator tersebut. Setelah kami berkordinasi dengan mas Nyoman kamipun diarahkan untuk membuat camp di pojok kiri atas berdekatan dengan saung, kamipun mendirikan tenda dan bermalam disini.

Hari kedua kami di kota Probolinggo kami awali dengan menghirup segarnya udara pegunungan di kawasan base camp noars. Memang base camp kami bermalam ketinggiannya hampir 400 meter dpl tepat di sebelah base camp kami adalah alira sungai pekalen yang akan kami lalui nanti. Setelah mengurus administrasi dengan pihak Noars yaitu kami menyewa 1 set alat pengarungan dan jasa satu orang rescur kami pun mbergerak menuju titik star pengarungan. Dari base camp kami bergerak menggunakan mobil pick-up yang telah kami sewa seharga 60 ribu rupiah berjalan kurang lebih setengah jam kamipun sampai di lokasi start pengarungan yaitu desa Ranugedang, dari titik pemberhentian mobil kami harus berjalan menyusuri lembah yang curam selama 10 menit. Dalam perjalanan ini perahu karet kami angkut mengguanakan porter limabelasribu, itulah sebutan para pekerja porter angkut perahu disana yang sudah terbiasa memanggul perahu karet para pengarung. Sepertinya ini sudah menjadi mata pencaharian mereka. Kami tiba dititk start pengarungan sungai pekalen atas tepat dipinggir sungai dengan lokasi koordinat 070 55’ 50,5’’ LS – 1130 22’ 05,9’’ BT.

Pengarungan sungai pekalen atas

Sungai pekalen atas dan tengah merupakan sungai dengan karakteristik sempit dan kondisi bentang alamnya berupa perbukitan pasir dan terdapat tebing-tebing yang tinggi hingga 30 meter dijalur pengarungannya. Merupakan sungai dengan keadaan alam berupa dataran tinggi dan tipe bebatuan gunung, sumber air sungai pekalen berasal dari gunung Argopuro dan gunung Lamongan yang terletak dihulu sungainya. Pengarungan sungai pekalen atas kami susun dengan komposisi perahu rescue, perahu utama dan kebetulan pada saat itu rekan-rekan dari Himapala juga menurunkan satu perahu untuk mereka latihan terahir sebelum ekspedisi arung jeram mereka. Jadi pada hari itu jumlah kami adalah tiga perahu.

jalur pekalen atas
Plotingan Jalur Sungai Pekalen Atas

Perahu rescue dengan komposisi Wahyu (merangkap dokumentasi), Satrio (maping jeram), Andra (merangkap dokumentasi), Al (awak), Dwi (skiper) dan mas Nyoman Noars (awak) dan perahu utama kami yang komposisinya adalah Fadli (skiper), Slamet (kanan 1), Feri (kiri 1), Riko (kanan 2) dan Putro (kiri 2). Pengarungan kami disambut oleh jeram selamat datang (welcome) yang lokasinya cukup berbahaya yaitu terdapat under cut dan jika salah posisi saat masuk maka akibatnya akan fatal, tapi kamipun bisa melewati jeram welcome tanpa ada halangan. Jeram demi jeram kami lalui dan beberapa jeram kami catat lokasi koordinatnya dan sebagian tersketsa oleh mapingan kami. Namun tidak semua jeram dapat kami data dikarenakan kondisi jeram yang sangat banyak dan jarang terdapat eddies untuk kami melakukan istirahat dan maping. Memang kondisi jeram di sungai pekalen atas ini sangat rapat dan berkelanjutan terus menerus. Berikut ini adalah nama nama jeram dengan kordinat yang berhasil kami catat :

  1. jeram welcome (070 55’ 50,5’’ LS – 1130 22’ 05,9’’ BT)
  2. jeram 3 (070 55’ 40,9’’ LS – 1130 21’ 52,4’’ BT)
  3. jeram 4 (070 55’ 40,3’’ LS – 1130 21’ 51,0’’ BT)
  4. jeram 121 (070 55’ 39,6’’ LS – 1130 21’ 47,3’’ BT)
  5. jeram 5 (070 55’ 39,6’’ LS – 1130 21’ 47,6’’ BT)
  6. rest area (070 55’ 34,5’’ LS – 1130 21’ 37,4’’ BT)
  7. jeram 6 (070 55’ 33,2’’ LS – 1130 21’ 38,6’’ BT)
  8. jeram tenggelam (070 55’ 29,3’’ LS – 1130 21’ 41,0’’ BT)
  9. jeram matador (070 55’ 29,6’’ LS – 1130 21’ 41,9’’ BT)
  10. jeram 6/hiyu (070 55’ 24,3’’ LS – 1130 21’ 43,0’’ BT)
  11. jeram 822 (070 55’ 16,6’’ LS – 1130 21’ 42,0’’ BT)
  12. jeram 922 (070 55’ 05,4’’ LS – 1130 21’ 34,8’’ BT)
  13. jeram cucak rowo (070 54’ 55,7’’ LS – 1130 21’ 39,7’’ BT)
  14. jeram 11 (070 54’ 54,1’’ LS – 1130 21’ 37,8’’ BT)
  15. jeram 122 (070 54’ 52,5’’ LS – 1130 21’ 36,9’’ BT)
  16. jeram 124 (070 54’ 50,6’’ LS – 1130 21’ 39,2’’ BT)
  17. jeram good bye (070 54’ 51,1’’ LS – 1130 21’ 38,6’’ BT)
  18. jeram good bye (070 54’ 47,8’’ LS – 1130 21’ 38,0’’ BT)
  19. finish pekalen atas (070 54’ 44,1’’ LS – 1130 21’ 37,1’’ BT)

selain jeram-jeram yang kami lewati kami juga mencatat beberapa tempat unik yang ada sepanjang jalur pengarungan sungai pekalen atas diantaranya adalah :

  1. air terjun kecil (070 55’ 46,4’’ LS – 1130 22’ 00,9’’ BT)
  2. air terjun besar 1 (070 55’ 40,5’’ LS – 1130 21’ 46,5’’ BT)
  3. air terjun besar 2 (070 55’ 41,1’’ LS – 1130 21’ 42,9’’ BT)
  4. goa kelelawar besar (070 55’ 39,9’’ LS – 1130 21’ 47,5’’ BT)
  5. goa kelelawar kecil (070 55’ 36,6’’ LS – 1130 21’ 37,2’’ BT)

Demikian beberapa data yang berhasil kami catat. Selain data diatas sebenarnya masih banyak lagi lokasi unik dan jeram-jeram yang menantang, namun kami belum sempat medokumentasikan dan mencatat lokasinya. Pengarungan sungai pekalen atas kami selesaikan sampai finish tepatnya di base camp Noars dengan kordinat (070 54’ 44,6’’ LS – 1130 21’ 33,8’’ BT). Setaelah sampai di base camp kami melakukan istirahat dan persiapan untuk hari esok.

Pengarungan sungai pekalen tengah dan bawah

Hari kedua kami di desa Ranugedang semakain akrab dengan udara sejuk dan suasana alam yang indah. Pagi hari ini kami akan melakukan pengarungan dua trip langsung yaiti sungai pekalen tengah dan bawah. Pengarungan sungai pekalen tengah dengan jarak tempuh sekitar 1 jam, start pengarungan dimulai dibawah jembatan bambu disekitar lokasi finish pekalen atas. Pengarungan sungai pekalen tengah kami mulai dengan titik kordinat (070 54’ 42,5’’ LS – 1130 21’ 38,1’’ BT). Sungai pekalen tengah merupakan sungai dengan tingkat kesulitan yang tinggi, jadi tidak sembarangan orang bisa melakukan pengarungan disini hany orang-orang yang terlatih dan mempunyai kemampuan saja yang bisa mengarungi sungai ini. Dalam pengarungan ini kami menggunakan jasa 4 rescue dari Noars rafting dengan komposisi tim pengarungan adalah sebagai berikut : perahu rescue (Andra, Satrio, Wahyu, guide Noars, Al Himapala), Perahu Kayak mas Nyoman, perahu tim Eka Citra diisi oleh Slamet, Fadli, Feri, Riko dan Putro. Pada saat itu juga ada rekan rekan dari noar yang sedang melakukan latihan untuk para guide barunya. Sepanjang pengarungan sungai pekalen tengah ini memang sangat memacu adrenalin kami, jeram jeram di pekalen tengah ini memang membutuhkan skil dan momentum untuk dapat melewatinya.

jalur pekalen tengah
Plotingan Jalur Sungai Pekalen Tengah

Berikut data beberapa jeram yang ada di sungai pekalen tengah :

  1. jeram welcome (070 54’ 37,6’’ LS – 1130 21’ 39,5’’ BT)
  2. jeram 131 (070 54’ 33,1’’ LS – 1130 21’ 38,8’’ BT)
  3. jeram 133 (070 54’ 26,4’’ LS – 1130 21’ 41,1’’ BT)
  4. jeram 134 (070 54’ 19,0’’ LS – 1130 21’ 46,0’’ BT)
  5. jeram 136 (070 54’ 16,5’’ LS – 1130 21’ 42,0’’ BT)
  6. jeram kayu roboh (070 54’ 11,8’’ LS – 1130 21’ 36,8’’ BT)
  7. jeram perahu flip (070 54’ 07,9’’ LS – 1130 21’ 38,9’’ BT) tidak dapat dilalui
  8. jeram 137 (070 54’ 02,1’’ LS – 1130 21’ 46,2’’ BT)
  9. jeram terjun (070 53’ 58,0’’ LS – 1130 21’ 45,8’’ BT) tidak dapat dilalui
  10. jeram liku-liku (070 53’ 57,2’’ LS – 1130 21’ 46,4’’ BT)
  11. finish pekalen tengah (070 53’ 56,8’’ LS – 1130 21’ 46,3’’ BT)

sejenak kami istirahat di lokasi finish pekalen tengah atau bertepatan juga dengan strat dari sungai pekalen bawah, sembari makan makanan ringan, berfoto-foto, kami juga memompa ulang perahu yang kondisinya agak kempes. Setelah semuanya selesai pengarungan kami lanjutkan yaitu pengarungan sungai pekalen bawah dengan komposisi tim yang sama. Sungai pekalen bawah mempunyai karakteristik yang berbeda dengan atas dan tengah disepanjang jalur pengarungan banyak dijumpai flat dan kondisi jeramnyapun tidak terlalu sulit untuk dilalui dibangdingkan dengan atas dan tengah. Selama pengarungan keadaan disekeliling kami berupa pesawahan penduduk yang sedang menghijau. Berikut data-data yang kami dapt dalam pengarungan sunga pekalen bawah :

  1. jeram selamat datang (070 53’ 41,9’’ LS – 1130 21’ 48,5’’ BT)
  2. jeram 139 (070 53’ 39,0’’ LS – 1130 21’ 47,0’’ BT)
  3. jeram 140 (070 53’ 37,7’’ LS – 1130 21’ 51,8’’ BT)
  4. jeam 141 (070 53’ 35,2’’ LS – 1130 21’ 56,6’’ BT)
  5. jeram F 1 (070 53’ 30,4’’ LS – 1130 21’ 58,0’’ BT)
  6. jeram 144 (070 53’ 28,6’’ LS – 1130 21’ 57,4’’ BT)
  7. jeram good bless (070 53’ 19,7’’ LS – 1130 22’ 14,4’’ BT)
  8. finish Dam 8 (070 52’ 16,3’’ LS – 1130 22’ 14,7’’ BT)

berakhirnya pengarungan sungai pekalen bawah ditandainya dengan bendungan Dam 8 yang semakin terlihat didepan kami, kamipun merapat menuju titik ahir, melakukan portaging dan mengempeskan perahu kemudian bersama-sama mengunakan mobil pik-up menuju base camp noars.

Selesai sudah misi kami melakukan penjelajahan sungai pekalen dari atas, tengah dan bawah tanpa ada kendala apapun dan berkat bantuan dari teman-teman Himapal Unesa, Noars Rafting dan seluruh element terkait. Sampai di bae camp kami melakukan pengecekan perlengakapan dan bersiap melakuakan kegiatan selanjutnya menuju kota Malang.

jalur pekalen bawah
Plotingan Jalur Sungai Pekalen Bawah

Keesokan harinya setelah kami beristirahat semalam di base camp Noars kami langsung bergeser menuju Malang menggunakan mobil sewa dan sepeda motor. Tujuan kami adalah menuju kawasan pegunungan Tengger yaitu gunung Bromo dan loasi disekitarnya. Sebagai pengobat rasa lelah kami setelah hari-hari sebelumnya melakukan pengarungan sungai maka di hari ini kami melakukan refreshing untuk menyegarkan kembali badan dan pikiran kami. Seharian lamanya kami berada dikawasan pegunungan Tengger, selanjutnya kami bergerah menuju kota Malang untuk transit terlebih dahulu di Himpa Wisnu Citra Universitas Kanjuruahan Malang. Barulah pada keesokan harinya kami melakukan pergeseran dari malang menuju Jakarta menggunakan kereta api Kertajaya dan tiba di stasiun pasar senen sekitar siang hari tepatnya pada hari kamis 26 November 2014. Kedatangan kami disambut oleh tim penjemput, sebelum kami bergeser menuju sekretariat kami di karan tina di rmah Feri sembari recovery dan mempersiapkan kebutuhan untuk acara penyambutan yang akan dilaksnakan di gedung G.

Kurang lebih setelah isya barulah kami bergeser menuju sekretariat dan disana kami diambut dengan meriah oleh teman-teman kami. Dan kami bersyukur bisa kembali dengan selamat sampai di sekretariat.

Tinggalkan Balasan