Melibas Puncak Gunung Salak IV untuk DIKLATJUT Hutan Gunung

Pribadi kuat, disiplin hebat, dan berpikir cepat. Mungkin itulah segelintir dari sekian banyak hasil yang diperoleh dari proses Pendidikan dan Latihan Lanjutan (DIKLATJUT) XXXVI divisi Hutan Gunung. Setelah tiga divisi sebelumnya,10 orang Anggota Muda 36 merampungkan proses pendidikan lanjutan ini melalui sebuah pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Tak lupa beberapa anggota penuh dan anggota luar biasa membimbing serta mendampingi agar kegiatan berjalan dengan lancar.
Persis di ketinggian 1911 meter di atas permukaan laut para anggota muda berdiri, menundukkan kepala seraya mengungkapkan rasa syukur atas kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena telah mengizinkan untuk menitik di tanah yang diberi nama Puncak Salak 4 ini. Tentunya setelah menyusuri jalan panjang nan mendaki dengan segala halang rintang yang membentang. Perjalanan yang dimulai dari kampus UNJ tercinta pada Jumat malam, tanggal 21 April 2017 menuju base camp yang bertempat di Desa Pasirpogor, Kecamatan Cijeruk, Bogor.

Seperti biasa, tak ada tujuan lain dari petualangan ini selain untuk belajar dan berlatih. Maka dari itu di Sabtu pagi sebelum pendakian, para anggota muda meninjau ulang atau me-review materi navigasi darat yang telah diberikan sebelumnya serta dibimbing oleh anggota penuh. Perlu kita ketahui, navigasi darat adalah ilmu yang mempelajari teknik menentukan kedudukan atau posisi subjek dan arah lintasan perjalanan ke tempat tujuan yang diinginkan baik di peta ataupun di tempat sebenarnya. Dikarenakan belum mengetahui jalur yang akan kami lewati, maka ilmu navigasi darat ini sangatlah diperlukan. Saat review materi ini direncanakan atau plotting jalur yang akan dilewati. Diawali dengan menentukan posisi kita di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini dinamakan resection. Kemudian yang selanjutnya dilakukan adalah intersection yang bertujuan untuk mengetahui dan menentukan posisi tempat yang dituju. Setelah itu barulah dapat ditentukan jalur yang akan kita lewati. Belum selesai sampai di situ, anggota muda pun harus menggunakan teknik potong kompas untuk menentukan arah tujuan yang sesuai dengan jalur yang telah direncanakan. Pada kesempatan ini menggunakan teknik potong kompas dengan metode orienteering.


Tibalah saatnya untuk memulai pendakian setelah segala macam persiapan dilakukan. Salah satunya pembagian tugas selama perjalanan seperti menentukan leader sebagai seorang yang memimpin perjalanan, kemudian navigator yang bertugas untuk memastikan bahwa jalur yang kita lewati sesuai dengan yang telah direncanakan. Ada juga yang menjadi eksekutor, bertugas sebagai pembuka jalur yang masih tertutup karena medan yang dilalui adalah hutan rimba yang masih berupa semak belukar. Selain itu ada seorang yang bertugas memberi tanda berupa ribbon atau pita dari tali sebagai petunjuk. Dan di posisi paling belakang ada seorang sweeper yang tugasnya memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal termasuk ribbon yang harus dibersihkan agar tidak mengotori alam.

Kami memerlukan waktu selama lebih kurang dua setengah hari perjalanan dari base camp menuju puncak. Tentunya diselingi istirahat dan membuat campsite pada malam harinya. Berbagai rintangan kami hadapi saat pendakian mulai dari jalur yang curam dan sangat tertutup hingga cuaca buruk berupa hujan berangin. Dan akhirnya kami sampai di puncak dengan selamat diliputi hati suci dan senyum yang ranum.
Petualangan belum selesai hanya sampai di sini tentunya. Sudah naik, haruslah turun. Anggota muda Kembali membuat perencanaan jalur yang berbeda untuk turun gunung. Dengan teknik dan metode yang sama, anggota muda telah menentukan tempat tujuan dan jalur yang akan dilewati. Setelah itu, langsung menuruni gunung di hari yang sama yakni hari Senin tanggal 24 April 2017.
Tak seberapa lama akhirnya kami sudah berada pada tempat yang dituju, matahari pun baru saja berpamitan. Segera kami bersiap kembali ke Jakarta, ke kampus tercinta, tempat pengabdian kami yang seharusnya.

Ditulis oleh :
Indra Komara (Anggota Muda 36)

Tinggalkan Balasan